Camping Ceria ke Gunung Lembu, Purwakarta



Well, I decided to write my travel blog again. Sebenarnya perjalanan-perjalanan sebelumnya juga ingin ditulis, tapi hanya sekedar niat. Lumayan sih, bisa membaca kembali tentang perjalanan sendiri dan tentunya berbagi info perjalanan.

Saya gak tahu harus mengatakan ini pendakian atau sekedar camping, karena memang perjalanan menuju puncak tidaklah memakan waktu lama dan persiapan ekstra. Here we go!

Tiket Kereta Tanjung Priuk – Purwakarta
Perjalanan yang asik tuh kalau biaya perjalanannya murah, percaya deh! Untuk menuju Purwakarta (dari Jakarta), kami memilih kereta ekonomi dari Tanjung Priuk ke Purwakarta. Harga tiketnya cuma Rp6.000, jadi tiket pulang pergi Jakarta – Purwakarta hanya Rp12.000. Tiket bisa dibeli di stasiun-stasiun pemberhentian kereta ekonomi tersebut (bisa beli sebelum hari keberangkatan atau ots). 


Untuk perjalanan ini, teman saya beli di sta. Kemayoran, dan berangkat juga dari sta. Kemayoran (beli di sta. Kemayoran juga bisa untuk keberangkatan dari sta. Tanjung Priuk). Untuk keberangkatan hari Sabtu atau Minggu, saya sarankan untuk berangkat dari sta. Tanjung Priuk, karena tiket ekonomi ini tidak menyediakan nomor tempat duduk. Oh iya, saya berangkat menggunakan KRL dari sta. Tebet ke sta. Kemayoran, kommuter dari Bogor menuju stasiun akhir Jatinegara. Keberangkatan dari sta. Kemayoran sesuai jadwal pukul 10.16 WIB, so jangan sampe telat ke stasiunnya.



Karena kami naiknya dari sta. Kemayoran, hanya dua dari teman kami yang dapat kursi, saya dan teman satu lainnya kena jatah berdiri. Harus ikhlas deh berdiri berjam-jam atau duduk di lorong kereta, tapi jangan sampe menganggu orang yang jalan aja, daaaaan baru di sta. Kosambi dapat kursi untuk duduk, lumayan laahh.

Mobilisasi Stasiun Purwakarta – Basecamp Gunung Lembu
Tiba di stasiun Purwakarta sekitar pukul 13.00 (telat setengah jam dari jadwal seharusnya). Pintu keluar stasiun kami sudah disambut oleh supir angkot, yang menawarkan jasa antar (jemput) ke Pos Gunung Lembu. Diawal, ia menawakan harga Rp40.000/orang. Disaat bersamaan, kami bertemu dengan 3 teman pendaki lainnya yang juga ingin ke Gunung Lembu (total kami berjumlah 7 orang). Nego sengit pun terjadi (biar agak wah dikit), sewa angkot jadi Rp200.000 (sebelumnya Rp280.000). Biar pembagiannya mudah (bilang aja malas ngitung), kami jadikan Rp30.000/orang (sewa angkot jadi Rp210.000, hitung2 tip untuk ngasih waktu untuk berhenti di pasar).



Perjalanan dari sta. Purwakarta ke basecamp Gunung Lembu ± 1,5 jam, di tengah perjalanan kami berhenti di pasar untuk belanja logistik dan tentunya beli sate maranggi. FYI, sate maranggi itu sate favorit saya, sate terenak yang pernah saya makan itu di H. Agan, Pleret, rekomended laaahhh. Tiba di Pos Gunung Lembu ± pukul 14.30 WIB, jadi punya waktu untuk makan, shalat (jamak), dan lain-lain. Sebelum berangkat, jangan lupa untuk pendaftaran pendakian seharga Rp15.000/orang.

Oh ya, kalau kalian tidak memiliki akomodasi balik ke sta. Purwakarta, langsung booking aja ama mas angkotnya, tentunya dengan harga yang sama. Beritahu juga jadwal keberangkatan kereta (kalau saya pukul 14.25 WIB), agar dia beritahu waktu estimasi keberangkatan dan turun dari G. Lembu nya.

Menuju Gunung Lembu
Seusai shalat, kami berangkat pukul 16.00 WIB. Sebelum mulai nanjak, jangan lupa untuk berdoa untuk keselamatan nanjak, keselamatan dunia wal akhirat, aamiiin. Untuk track pendakian saya berani katakan tidak terlalu sulit, jadi sangat cocok untuk pendaki pemula. 



Tracknya itu tanah lumpur jadi sangatlah licin ketika hujan, beruntung saat mendaki jalannya kering dan aman dilalui. Track pendakian beragam, dari landai hingga agak terjal. Tetaplah berhati-hati dan jangan meremahkan medannya.



Selama perjalanan, kami menjumpai warung-warung yang terdapat di Pos 1 dan Pos 2, dan menikmati dogan (kelapa) atau jajan snack sambil beristirahat sementara di pos ini. Perjalanan ke puncak Gunung Lembu dapat ditempuh selama 1 hingga 2 jam, tergantung lama tidaknya kita break. 1 jam tanpa break bisa lah nyampe puncaknya. Di puncak G. Lembu pula kami nge-camp.

Camping Ground
Kami tiba di camping ground (puncak G. Lembu) hampir pukul 18.00 WIB. Lalu bergegas memasang tenda sebelum terbenam matahari atau kemungkinan paling buruk adalah hujan. 


Karena pergi memang di musim hujan, keadaan puncak terus mendung dan berkabut. Selesai pasang tenda, langsung mulai masak memasaknya. Menu trip kali ini nasi liwet, ikan asin, telor dan nugget. Yaa cukup sederhana, tapi bisa dikatakan mewah lah kalau di puncak. Setelah urusan shalat dan makan selesai, segera saja tidur untuk istirahat. Di gunung kudu disiplin, jaga kesehatan masing-masing, jangan meronda tenda orang lain.

Menuju Batu Lembu
Di pagi hari mulai turun hujan disertai kabut yang tebal, jadi gagal untuk menikmati sunrise. Waktupun digunakan untuk memasak, berkenalan dengan teman tenda lain. Yaa sebisa mungkin jangan pegang HP, nikmatilah waktu libur ini.

Setelah hujan reda, kopi pun habis. Kami menuju Batu Lembu, hanya sekitar 10 sampai 15 menit lah, jalan yang licin memaksa kami untuk lebih berhati-hati dalam melangkah. Saat tiba di Batu Lembu, tampak wajah kecewa karena kabut yang tebal dan sesaat kemudian turun hujan. Menepi di warung yang tutup, menunggu dengan sabar berharap dapat view yang bagus. 


Yaa 10 menitlah kami menunggu hujan reda, turun lagi ke Batu Lembu, foto aja lagi dalam keadaan kabut. Daaaaan yang diharapkan pun tiba, kabut tiba2 menghilang, terlihat waduk jatiluhur yang luas. And it’s the moment when capturing picture and enjoying the clean view of Waduk Jatiluhur.
 


Be Aware of Monkeys & Plastic Bag!
Salah satu penghuni di Gunung Lembu ini adalah monyet, jadi jangan heran ketika kalian melihat sampah berserakan. Mungkin kalian akan berpikiran sama dengan saya diawal, bahwa pendaki di gunung ini orang yang tidak peduli lingkungan, yang tak tahu aturan pendakian, dsb. Monyet ini akan datang ke tenda2 untuk mencari makan, ada yang memberi makan ada pula pendaki yang melarangnya, dengan alasan jika memberinya makan maka mereka akan datang untuk meminta makan lagi, dan itu akan menganggu pendaki lainnya.


Sampah plastik jangan pernah diletakkan diluar tenda, bahkan untuk semenit saja. Karena monyet akan segera merampas sampah plastik kalian dan menghamburkan sampah-sampah itu dari pohon atau jalanan. Dan tentunya ini menyebabkan G. Lembu jadi tidak ramah lingkungan karena banyaknya sampah (plastik).

Back to Basecamp
Karena telah mengestimasikan waktu untuk keberangkatan kereta pukul 14.25 WIB, maka harus turun dari puncak G. Lembu pukul 10.00 WIB (estimasi turun 1 jam), lalu sisa waktu hingga pukul 12.00 WIB bisa digunakan untuk bersih-bersih (mandi) dan shalat (jamak), lalu berangkat ke sta. Purwakarta dalam waktu sisa 1,5 jam.

 
Karena hujan di pagi hari, membuat seluruh track basah dan menjadi sangat berbahaya. Yang awalnya hanya tanah, kini menjadi lumpur. Saya pun sempat jatuh terpeleset, dan ini juga dialami oleh teman dan pendaki lainnya. Pakaian pun dilumuri lumpur, ikhlaskanlaaaahhhh... tapi ada banyak air yang disediakan di basecamp untuk bersih-bersih.

Kembali ke sta. Purwakarta dan Pulang ke Jakarta
Karena harus menunggu teman pendaki lainnya yang terlambat turun ke basecamp, kami berangkat pukul 12.35 WIB. Waktu yang sangat riskan tapi Alhamdulillah tiba dengan selamat pukul 14.00 WIB di sta. Purwakarta. Oh iya, kami sudah beli tiket pulang pergi, jadi tidak perlu ngantri lagi (beli ots) yang memakan waktu lumayan lama.

Tiba di Jakarta (sta. Pasar Senen/Kemayoran) pukul 18.00, telat 1 jam dari waktu yang seharusnya. Perkiraan saya karena harus memberi jalur ke kereta Argo Parahyangan. Untuk menuju ke rumah/kontrakan/kosan bisa memilih transportasi ojol atau krl. Salam lestari!

Perlengkapan
-          Topi
-          Kacamata
-          Safety shoes
-          Carrier 30L/65L
-          Sleeping bag (ini dijadiin selimut doang, di puncak ga terlalu dingin kok)
-          Kompor (jangan bawa rinnai ya) & nesting
-          Matras
-          Logistik (nasi, mie instan, nugget, kopi, buah2an, opsional lah pastinya)
-          Dll.

3 comments:

Instagram @rafieqfarazi